Cari Blog Ini

Rabu, 12 Desember 2012

Tutorial Joomla 2.5.7




Jawablah pertanyaaan di bawah ini :
11.       Sebutkan cara/langkah-langkah menambahkan banner pada joomla 2.5.7 ( lengkapi dengan gambar ) !
22.       Sebutkan bagaimana langkah menginstal dan mengaktifkan module pada joomla 2.5.7 ( lengkapi dengan gambar ) !
33.       Sebutkan langkah-langkah menambahkan weblink pada halaman web pada joomla 2.5.7
44.       Sebutkan langkah membuat meu baru pada joomla 2.5.7
55.       Sebutkan langkah membuat menu item pada joomla 2.5.7


11.       Membuat Banner.
Pilih component > pilih banners > pilih clients, lalu klik new untuk membuat clients baru.
Tujuan nya untuk menentukan sponsor atau nama perusahaan.
Pilih components > pilih banners > pilih category banners, lalu klik new untuk membuat kategori baru.
Tujuan nya untuk membuat jenis kategori pada banner.
Pilih components > pilih banners > pilih banners, lalu klik new untuk membuat banner baru.
Tujuan nya untuk membuat isi dari banners tersebut.
Gambar  1.1


Contoh Banners .
Gambar  1.2





12.       Menginstall dan mengaktifkan module manager.
Klik Extensions > klik module manager.
Gambar 2.1



Klik new dan muncul seperti ini :
Gambar 2.2




Aktifkan module dengan memberikan position.
Pastikan sudah ter-publish dan tidak rangkap posisi, yaitu posisinya harus dibedakan satu sama lain.
Bisa juga dengan cara meng-unpublish banners yang letak posisinya sama.
Gambar 2.3




13.   Membuat weblink .
Klik components > klik weblinks > klik categories, lalu pilih new untuk membuat kategori link baru.
Klik components > klik weblinks > klik links, lalu pilih new untuk membuat link baru.
Gambar 3.1




Pilihan weblink.
URL dan Category ditambahkan dengan cara URL diketik dan category sudah dibuat sebelumnya.
Gambar 3.2




14.       Membuat Menu Baru
Klik menus > klik menu manager >klik add new menu.
Gambar 4.1




Tampil Menu Baru.
Gambar 4.2




15.       Membuat menu item.
klik Menus > klik Menu yang anda buat > klik add new menu item.
Gambar 5.1



Kurang Lebihnya bisa Menambahkan comentar, agar dapat saya perbaiki.
Terimakasih telah membaca dan mengunjungi halaman saya.



Kamis, 18 Oktober 2012

Enzim

Enzim adalah golongan protein yang paling banyak terdapat dalam sel hidup, dan mempunyai fungsi penting sebagai katalisator reaksi biokimia yang secara kolektif membentuk metabolisme-perantara dari sel.

Klasifikasi Enzim

Secara internasional ada 6 (enam )golongan, nomor kode, dan jenis reaksi yang dikatalisisnya dan tiap golongan utama terbagi lagi menjadi kelompok-kelompok enzim berdasarkan gugus substrat yang diserangnya:
  1. Oksido-reduktase, berperan dalam reaksi oksidasi-reduksi
  2. Transferase, berperan dalam reaksi pemindahan gugus tertentu
  3. Hidrolase, berperan dalam reaksi hidrolisis
  4. Liase, mengkatalisis reaksi adisi atau pemecahan ikatan rangkap dua
  5. Isomerase, mengkatalisis reaksi isomerase
  6. Ligase, mengkatalisis reaksi pembentukan ikatan dengan bantuan pemecahan ikatan dalam ATP.

Kinetika Enzim

Kinetika enzim menginvestigasi bagaimana enzim mengikat substrat dengan mengubahnya menjadi produk. Data laju yang digunakan dalam analisa kinetika didapatkan dari asai enzim.
kinetika enzim Enzim
Ketika tahun 1902, Victor Henri mengemukakan sebuah teori kinetika enzim kuantitatif, namun data eksperimennya tidak berguna karena perhatian pada konsentrasi ion hidrogen pada saat itu masih belum dititikberatkan. Kemudian Peter Lauritz Sorensen menentukan skala pH logaritmik dan memperkenalkan konsep buffer pada tahun 1909, kimiawan yang bernama Jerman Leonor Michaelis bersama muridnya yang berasal dari Kanada, Maud Leonora Menten, mengulangi eksperimen Henri dan mengkonfirmasi persamaan Henri tersebut. Persamaan Henri ini kemudian dikenal dengan nama Kinetika Henri-Michaelis-Menten (disebut juga kinetika Michaelis-Menten). Hasil kerja mereka kemudian dikembangkan lagi lebih jauh oleh G. E. Briggs dan J. B. S. Haldane. Penurunan persamaan kinetika yang diturunkan mereka masih digunakan secara meluas sampai sekarang .
Susunan dan Ciri-Ciri Enzim
Enzim yang lengkap tersusun atas dua bagian, yaitu bagian protein dan bukan protein. Bagian protein disebut apoenzim, bersifat labil, terpengaruh oleh suhu dan keasaman. Bagian yang bukan protein disebut gugus prostetik (aktif), terdiri atas kofaktor atau koenzim. Kofaktor berasal dari molekul anorganik, yaitu logam, misalnya besi, tembaga, dan seng. Sedangkan koenzim merupakan gugus prostetik terdiri atas senyawa organik kompleks, misalnya NADH, FADH, koenzim A, dan vitamin B. Ciri-ciri enzim itu sendiri merupakan suatu protein yang bekerja secara khusus, dapat digunakan berulangkali, rusak oleh panas tinggi, terpengaruh oleh pH, diperlukan dalam jumlah sedikit, dan dapat bekerja secara bolak-balik.

Sumber :
http://artikelkimia.com/enzim.html

Cara Kerja Enzim

Cara kerja enzim di dalam tubuh manusia melalui tahapan proses. Molekul selalu bergerak dan bertumbukan satu sama lain. Jika suatu molekul substrat menumbuk molekul enzim yang tepat, maka akan menempel pada enzim. Tempat menempelnya molekul substrat pada proses cara kerja enzim disebut sisi aktif. Kemudian terjadi reaksi dan terbentuk molekul produk.

Ada 2 teori mengenai cara kerja enzim, yaitu:

  • Teori gembok anak kunci (key-lock)
Sisi aktif enzim mempunyai bentuk tertentu yang hanya sesuai untuk satu jenis substrat saja Gambar 3.4 A) Substrat sesuai dengan sisi aktif seperti gembok kunci dengan anak kuncinya. Hal itu menyebabkan enzim bekerja secara spesifik. Jika enzim mengalami denaturasi (rusak) karena panas, bentuk sisi aktif berubah sehingga substrat tidak sesuai lagi. Perubahan pH juga mempunyai pengaruh yang sama.
  • Teori cocok terinduksi (induced fit).
Sisi aktif enzim lebih fleksibel dalam menyesuaikan struktur substrat. Ikatan antara enzim dan substrat dapat berubah menyesuaikan dengan substrat. Inhibitor Merupakan zat yang dapat menghambat kerja enzim. Bersifat reversible dan irreversible.

Jenis Inhibitor  Reversible dalam Cara Kerja Enzim

Inhibitor reversible dibedakan menjadi inhibitor kompetitif dan nonkompetitif.
a. Inhibitor kompetitif
Menghambat kerja enzim dengan menempati sisi aktif enzim. Inhibitor ini besaing dengan substrat untuk berikatan dengan sisi aktif enzim. Pengambatan bersifat reversibel (dapat kembali seperti semula) dan dapat dihilangkan dengan menambah konsentrasi substrat. Inhibitor kompetitif misalnya malonat dan oksalosuksinat, yang bersaing dengan substrat untuk berikatan dengan enzim suksinat dehidrogenase, yaitu enzim yang bekerja pada substrat oseli suksinat.
inhibitor 300x178 Cara Kerja Enzim
b. Inhibitor nonkompetitif
Inhibitor ini biasanya berupa senyawa kimia yang tidak mirip dengan substrat dan berikatan pada sisi selain sisi aktif enzim. Ikatan ini menyebabkan perubahan bentuk enzim sehingga sisi aktif enzim tidak sesuai lagi dengan substratnya. Contohnya antibiotik penisilin menghambat kerja enzim penyusun dinding sel bakteri. Inhibitor ini bersifat reversible tetapi tidak dapat dihilangkan dengan menambahkan konsentrasi substrat.
Cara kerja enzim ini kemudian perlu memperhatikan kondisi sekitar. Hal ini dikarenakan enzim memiliki sifat yang spesifik. Dengan memperhatikan hal tersebut diharapkan tidak mengganggu cara kerja enzim.

Sumber :
http://artikelkimia.com/cara-kerja-enzim.html

Rumus Kimia Suatu Zat

Rumus kimia suatu zat adalah menyatakan jenis dan jumlah relatif atom-atom yang terdapat dalam zat itu. Angka yang menyatakan jumlah atom suatu unsur dalam rumus kimia disebut angka indeks. Rumus kimia zat dapat berupa rumus molekul atau rumus empiris. Adapun penjelasan rumus kimia yang termasuk ke dalam rumus molekul dan rumus empiris dapat disimak dalam penjelasan selanjutnya.

Rumus Molekul dan Empiris sebagai Rumus Kimia

1. Rumus Molekul
Rumus molekul adalah rumus kimia yang menyatakan jumlah atom-atom dari unsur-unsur yang menyusun satu molekul senyawa. Jadi rumus molekul menyatakan susunan sebenarnya dari molekul zat.
Contoh:
  1. Rumus molekul air yaitu H2O yang berarti dalam satu molekul air terdapat dua atom hidrogen dan satu atom oksigen.
  2. Rumus molekul glukosa C6H1 O6 yang berarti dalam satu molekul glukosa terdapat 6 atom karbon, 12 atom hidrogen, dan 6 atom oksigenrumus Rumus Kimia Suatu Zat.

2. Rumus Empiris
Rumus empiris adalah rumus kimia yang menyatakan perbandingan terkecil atom-atom dari unsur-unsur yang menyusun suatu senyawa. Rumus kimia senyawa ion merupakan rumus empiris.
Contoh:
  1. Natrium klorida merupakan senyawa ion yang terdiri atas ion Na+ dan ion Cl– dengan perbandingan 1 : 1. Rumus kimia natrium klorida NaCl.
  2. Kalsium klorida merupakan senyawa ion yang terdiri atas ion Ca2+ dan ion Cl– dengan perbandingan 2 : 1. Rumus kimia kalsium klorida CaCl2.
Pada kondisi kamar, sebagian unsur-unsur ada yang membentuk  molekul-molekul. Rumus kimia unsur-unsur semacam ini tidak digambarkan hanya dengan lambang unsurnya, melainkan unsur beserta jumlah atom yang membentuk molekul unsur tersebut.
Contoh:
  1. Rumus kimia gas oksigen yaitu O2, berarti rumus kimia gas oksigen terdiri atas molekul-molekul oksigen yang dibangun oleh dua atom oksigen.
  2. Rumus kimia fosfor yaitu P4, berarti rumus kimia unsur fosfor terdiri atas molekul-molekul fosfor yang tiap molekulnya dibentuk dari empat buah atom fosfor.
Semua senyawa mempunyai rumus empiris. Senyawa molekul mempunyai rumus molekul selain rumus empiris. Pada banyak senyawa, rumus molekul sama dengan rumus empirisnya. Senyawa ion hanya mempunyai rumus empiris. Jadi, semua senyawa yang mempunyai rumus molekul, pasti memiliki rumus empiris. Namun, senyawa yang memiliki rumus empiris, belum tentu mempunyai rumus molekul.

Langkah-Langkah untuk Menentukan Rumus Kimia Molekul dan Empiris

  • Perbandingan Massa Unsur
  • Perbandingan Mol
  • Perbandingan Jumlah Atom
  • Rumus Empiris
  • Rumus Molekul
Sumber :
http://artikelkimia.com/rumus-kimia-suatu-zat.html

Unsur Timbal (Pb)

Unsur Timbal atau plumbum adalah unsur dengan nomor atom 82, lambang Pb, dan Berat Atom = 207,2; berwarna abu-abu kebiruan dan lunak; terdiri atas isotop dengan nomor massa 203-210. Dengan rapatan yang tinggi (11,48 g mL-1 pada suhu kamar).

Reaksi yang Melibatkan Unsur Timbal

Unsur Timbal mudah melarut dalam asam nitrat yang sedang kepekatannya (8 M), dan terbentuk juga nitrogen oksida :
3Pb + 8HNO3 (pekat)  ——>  3Pb(NO3)2(aq) + 2NO(g) + 4H2O(l)
Gas nitrogen(II) oksida yang tak berwarna itu, bila bercampur dengan udara, akan teroksidasi menjadi nitrogen dioksida yang merah:
2NO(g)  (tidak berwarna) + O2(g) ——>   2NO2(g)  (merah)
Dengan asam nitrat pekat terbentuk lapisan pelindung berupa timbal nitrat pada permukaan logam, yang mencegah pelarutan lebih lanjut. Asam klorida encer atau asam sulfat encer mempunyai pengaruh yang hanya sedikit, karena terbentuknya timbal klorida atau timbal sulfat yang tak larut pada permukaan logam itu.
Endapan timbal sulfida terurai bila ditambahkan asam nitrat pekat, dan unsur belerang yang berbutir halus dan berwarna putih akan mengendap :
3PbS (s) + 8HNO3(pekat) ——->  3Pb(NO3)2(aq) + 3S(s)   + 2NO(g)  + 4H2O(l)

Karakteristik dan Manfaat Unsur Timbal (Pb)

Unsur Timbal adalah sebuah elemen beracun, secara prinsip terdispersi di alam dan lingkungan pertanian melalui aktivitas manusia seperti pembuangan kotoran dan asap kendaraan bermotor serta melalui emisi atmosfir dari aktivitas industri dan pemukiman kota seperti limbah baterai.  Walaupun unsur Timbal tidak essensial untuk pertumbuhan tanaman, namun dapat diambil oleh kebanyakkan spesies tanaman dalam jumlah yang relatif sedikit.
timbal 300x240 Unsur Timbal (Pb)
Unsur Timbal secara intensif digunakan dalam pelapisan logam (elektroplating), pembuatan baterai. Aktifitas antropogenik lainnya seperti industri logam, pertambangan, produksi, penggunaan dan pembuangan baterai, limbah terkontaminasi logam dan pembuangan lumpur, asap kendaraan bermotor menyebabkan penyebaran yang luas dari unsur Timbal ke dalam lingkungan termasuk tanah.
Pada kondisi lingkungan yang umum, unsur Timbal masuk pertama kali ke akar. Unsur Timbal mudah terpenetrasi ke akar melalui jaringan kortikal dan ditranslokasikan pada jaringan bagian atas tanah. Segera setelah unsur Timbal masuk ke akar, ia dapat mencapai xylem melalui jalur apoplastik dan atau jalur simplastik, terkompleks oleh beberapa ligan seperti asam-asam organik dan atau fitokelatin.
Manfaat unsur Timbal yang dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari :
  • digunakan pada baterai
  • pelindung kawat, pipa ledeng, dan amunisi
  • logamnya sangat efektif sebagai peredam suara
  • pelindung radiasi pada sinar X dan reaktor nuklir
  • oksidanya digunakan pada produksi kristal kaca dan kaca flint, dan indeks biasnya yang tinggi untuk lensa aromatik
  • insektisida
Sumber :
http://artikelkimia.com/unsur-timbal-pb.html

Ikatan Kimia

Ikatan kimia terbentuk dari molekul-molekul di dalam tubuh baik yang sederhana sampai dengan yang kompleks. Ikatan kimia digolongkan menjadi 2 yaitu ikatan kovalen dan ikatan non kovalen. Selanjutnya ikatan non kovalen terdiri atas ikatan ionik, ikatan hidrogen dan ikatan Van Der Waals. Berikut adalah penjelasan singkat tentang ikatan kimia yang terbentuk.

Ikatan Kovalen sebagai Salah Satu Ikatan Kimia

Ikatan kovalen adalah ikatan kimia yang terbentuk oleh valensi dari masing-masing atom. Ikatan kimia ini dapat dipelajari lagi tentang kaitannya dengan valensi melalui buku-buku kimia umum, atau pelajaran kimia di SMA. Contoh dari ikatan kimia yang termasuk ke dalam ikatan kovalen adalah CO2 atau lebih dikenal dengan sebutan karbondioksida.  Dalam senyawa ini, hal ini valensi C adalah 4 dan valensi O adalah 2. Ikatan kimia lain dalam bentuk ikatan kovalen yang lainnya adalah terbentuknya ikatan  antara sebuah atom C yang bervalensi 4 dan empat buah atom H yang masing-masing bervalensi 1 membentuk CH4. Senyawa ini dikenal dengan nama metana.
 Ikatan Kimia
Ikatan ionik
Ikatan ionik adalah ikatan kimia yang terbentuk antara dua gugus dengan muatan berlawanan. Muatan yang berlawanan ini, yaitu positif dan negatif. Contohnya adalah ikatan kimia yang termasuk ke dalam ikatan ionik ini adalah ikatan antara substrat dan enzim. Jarak optimal ikatan kimia ini adalah 28 Angstrom. Ikatan kimia lainnya yang merupakan ikatan ionik adalah ikatan antara gugus karboksil yang diketahui bermuatan negatif terikat pada substrat dan gugus amina yang bermuatan positif pada enzim.
Ikatan hidrogen
Ikatan hidrogen adalah ikatan kimia oleh satu atom hidrogen dengan dua atom lain yang berbeda. Ikatan kimia ini dapat dibentuk di antara molekul-molekul tidak bermuatan maupun molekul-molekul bermuatan. Atom yang mengikat hidrogen lebih kuat disebut donor hidrogen sedang lainnya dinamakan akseptor hidrogen. Ikatan hidrogen antar molekul-molekul air (H2O). Perhatikan atom oksigen pada kutub negatif berikatan dengan atom hidrogen pada kutub posif air.
ikatan hidrogen Ikatan Kimia
Ikatan Van Der Waals
Ikatan Van Der Waals adalah ikatan kimia yang terbentuk akibat daya tarik non spesifik, yang berperan pada saat dua atom berjarak 3-4 Angstrom.

Sumber :
http://artikelkimia.com/ikatan-kimia.html